Selasa, 22 September 2020

2. ANALISA GAMBAR TELEVISI

 


              A. Raster

Raster terbentuk ketika kita menghidupkan TV yang normal, nampak kelihatan bintik bintik sinar seperti kita melihat salju (snow), terang  dan gelapnya sinar diatur oleh brightness.

B. Aspect Ratio & Elemen  Gambar

                    Aspect Ratio adalah perbandingan lebar dan tinggi bingkai gambar layar televisi.

                   Perbandingan lebar : tinggi = 4 : 3

 Untuk mendapatkan gambar yang baik, maka sinkronisasi, scanning dan penguatan dari rangkaian Defleksi Vertical ( V. Lin & V. Size & V. bias ) dan rangkaian penguat Defleksi Horizontal ( H. Lin, H. Size ) harus diatur sedemikian rupa hingga didapat bentuk gambar yang sesuai elemen gambar.

Elemen Gambar adalah kumpulan titik-titik yang terang dan gelap, yang membentuk suatu gambar dengan derajat kuat cahaya tertentu. Semakin banyak elemen gambar, kwalitas gambar makin baik.

C. SCANNING

 Scanning adalah pembentukan garis-garis  pada layar TV dengan mengatur perjalanan berkas elektron dari kiri ke kanan dan mulai dari sebelah atas layar turun ke bawah layar.

 Contoh 13 garis layar tv dibuat 2x scanning berjalan, masing masing  6 ½ garis. (pada pesawat TVRI jumlah garis ada 625 garis dibuat 2x scanning berjalin, masing masing 312 ½ garis).

Scanning kesatu disebut bingkai ( frame ke 1)dengan nomor csanning garis ganjil, Scanning kedua disebut bingkai kedua ( Fram ke 2 ) dengan nomor scanning garis genap.

Pemancar TVRI : 1 detiknya memancarkan 25 gambar , jadi 1 gambar berbentuk dalam 1/25 detik.

Standard CCIR : 1 gambar terdiri dari 625 garis.

Untuk membuat gambar kelihatan tidak berkedip kedip maka oleh penciptanya,1 gambar TV terdiri dari 625 garis tebentuk DALAM 1/25 detik dibuat menjadi 2x siar (scanning berjalin) yaitu :

a.      Scanning pertama ½ x (625 garis 1/25 detik) = 312 ½ garis dalam waktu 1/50 detik terdiri dari garis2 scanning nomor ganjil disebut bingkai ke 1(frame ke 1 )

b.       Scanning kedua  ½ x (625 garis 1/25 detik) = 312 ½ garis dalam waktu 1/50 detik   terdiri dari garis-garis scanning nomor genap disebut bingkai kedua (Frame ke-2)


Selasa, 15 September 2020

I. Fungsi tiap Blok pada Pesawat Televisi Hitam Putih


·     Antena TV menangkap sinyal sinyal RF dari pemancar TV.

·     Tuner Blok memilih gelombang pemancar yang akan diterima.

Didalam Tuner blok terdapat penguat RF, Mixer dan Osc. Penguat RF memilih pemancar yang akan diterima, kemudian diberikan ke mixer; Oscilator membangkitkan frekuensi yang tertentu besarnya untuk pembanding frekuensi yang diterima penguat RF, kemudianm diberikan ke mixer. Mixer akhirnya menghasilkan frekuensi-frekuensi baru, kemudian difilter hingga hanya 2 frekuensi baru yang keluar yaitu 38,9 Mhz dan 33,4 Mhz.

Frekuensi 38,9 Mhz merupakan frekuensi pembawa gambar (Picture), didalamnya terdapat sinyal sinkronisasi. Frekuensi 33,4 Mhz merupakan frekuensi pembawa suara (sound) .

Kedua frekuensi tersebut kemudian diteruskan ke penguat video IF .

·     Video IF ke 1,2,3 menguatkan sinyal yang diterima dari mixer kemudian    

    diteruskan ke detektor video.

·     Detektor video mendeteksi sinyal gambar dan suara kemudian diteruskan ke video driver. Siyal pembawa gambar dideteksi hingga keluar sinyal gambar , frekuensinya kurang lebih 15 Khz sampai dengan 5 Mhz , sinyal pembawa suara dideteksi hingga keluar sinyal pembawa suara baru 5,5 Mhz (FM).

·      Video driver memisahkan sinyal pembawa suara 5,5 Mhz , sinyal gambar dan sinyal sinkronisasi. Sinyal gambar diteruskan ke video output , sinyal suara diteruskan ke Sound IF Amplifier , Sinyal sinkronisasi diteruskan ke Sync-separator.

·     Video Output menguatkan sinyal sinyal gambar , terus diberikan ke katoda tabung gambar.

·     Sound IF Amplifier menguatkan sinyal sinyal suara kemudian diteuskan ke detektor FM , detektor FM mendeteksi sinyal 5,5 Mhz hingga tinggal frekuensi audio , kemudian diteruskan ke penguat Audio untuk dikuatkan , kemudian diberikan ke Loudspeaker hingga dapat terdengar.

·     Sync-separator berfungsi mengatur supaya pembentukan gambar pada layar pesawat TV , sesuai dengan yang dipancarkan pemancar TV. Sync-separator mengeluarkan 2 macam sinkronisasi bagian vertikal dan horizontal. Sinkronisasi vertikal lewat integrator diteruskan ke Osc Vertikal. Sinkronisasi horizontal lewa differensiator diteruskan ke AFC .

·     Osc Vertikal membangkitkan frekuensi 50 hz diteruskan ke bagian Vertikal driver – Vertikal output diteruskan ke defleksi vertikal. Defleksi vertikal mengatur letak berkas elektron dalam layar tabung gambar , dalam arah gerak ke atas , kebawah.

·     AFC mengoreksi frekuensi horizontal 15,625 Khz diteruskan ke Osc horizontal.

Oscilator Horizontal membangkitkan frekuensi 15,625 Khz diteruskan ke horizontal driver – horizontal output – terus diberikan ke defleksi horizontal untuk mengatur letak berkas elektron dalam  arah gerak ke kiri ke kanan didalam tabung gambar .

·     Horizontal output juga membangkitkan tegangan tinggi (10-20KV) untuk anoda tabung gambar , selain itu juga tegangan sekitar 60-200V untuk Suplai Voltase Video ampliefier dll.

·     Power Suplai untuk tegangan rendah DC diambil dari ACCU 12V / Rangkaian Stabilisator Adaptor

 

II. PEMBAHASAN TEORI SEDERHANA UNTUK PRAKTEK

1.     SISTEM PEMANCARAN DAN PENERIMAAN TELEVISI

Pemancar TV

Antena pemancar Tv memancarkan gelomabang elektromagnit , pemancaran memakai 2 sistim untuk membawa sinyal informasi gambar dan suara. Untuk membawa sinyal informasi gambar digunakan sistem pemancar AM (Amplitude Modulation), untuk membawa sinyal informasi suara digunakan sistim pemancar FM ( Frequency Modulation).

Supaya sinyal gambar teratur ketika dipancarkan maka diberikan rangkaian Singkronisasi dan peristiwa penguraian gambar / scanning. Sinyal gambar dan suara dipancarkan melalui satu antena.

Penerima TV

Antena penerima menerima pancaran gelombang Elektromagnit dari pemancar TV .

Sinyal gambar dan suara kemudian dipisahkan melalui rangkaiannya masing-masing . Sinyal Video disini diberikan rangkaian singkronisasi dan scanning untuk mengatur / menyingkronkan gerak scanning ( Pembentukan gambar ) , hingga gambar yang diterima bentuknya sama dengan yang ada dikamera pemancar .