Rabu, 18 November 2020

ANTENA TELEVISI

 BAGIAN - BAGIAN ANTENA TELEVISI




Pada pesawat  TV antenna mempunyai peraan yang sangat besar terhadap gambar  TV yang diterima. Arah penerimaan antena TV yang paling baik terhadap langsung kearah pemancar TV, arah antenna yang kurang tepat akan menghasilkan gambar yang tidak jelas/kabur atau timbulnya bayangan hantu.

Gambar bayangan hantu timbul karena sinyal pantulan dan sinyal asli dari pemancar diterima antena TV, untuk menghindari ganbar hantu tersebut, antenna harus dirubah arahnya hinnga didapat gambar yang normal. Kadang-kadang pada daerah tertentu yang banyak bangunan gedung tinggi,sulit sekali menghindari sinyal pantulan yang di terima antena TV.

Pada daerah-daerah yang letaknya jauh sekali dari pemancar,biarpun sudah pakai antenna yang tinggi sekali letaknya tapi gambar yang di terima tidak jelas atau kabur ini dapat di tolong dengan pakai alat tambahan yaitu booster antenna yang ada dijual di pasaran.

Booster antenna berguna untuk menguat sinyal-sinyal RF televise yang lemah hingga menjadi kuat, maka gambar yang diterma akan menjadi lebih baik.

Pada hotel atau rumah yang mempunyai beberapa pesawat televise terdapat pula hanya memakai satu buah antena. Caranya dengan memakai  yang dapat membagi-bagi sinyal yang di terima,jadi alat tersebut berfungsi sebagai distributor. Dipasar banyak dijual alat ini dengan nama distributor antenna atau community reception unit (DX Antena).



Pada televise hitam putih, antena roud dipakai untuk daerah yang dekat pemancar TV, antenna roud ini mempunyai impedansi 75 ohm.

Untuk daerah yang cukup jauh dari pemancar dipakai antena YAGI yang dipasang diluar atau di atas rumah, antenna ini biasanya mempunyai impedansi 75 ohm atau 300 ohm. TV hitam putih yang memakai antenna YAGI yang impedansinya 300 ohm, sedangkan TV berwarna biasanya memakai antenna yang impedansinya 75 ohm, kadang-kadang juga memakai impedansinya 300 ohm.

Jenis-jenis Antena :

1.     1.  Antena jenis Yagi

2.      2.  Antena jenis Conical

3.      3. Antena jenis Silver Ribbon (kupu-kupu)








Kabel Transmisi Antena

Impedansi kabel antenna yang dipakai harus sesuai dengan impedansi antenanya. Jika impedansi antenna 300 ohm maka yang dipakai kabel transmisi antenna jenis Twin Lead 300 ohm , sedangkan antenna yang impedansinya 75 ohm dipakai kabel transmisi antenna jenis coaxial 75 Ohm .





Balun ( Balance-Unbalance )

Balun berguna untuk menyesuaikan impedansi dari 75ohm ke 300 ohm atau sebaliknya dari 300 ohm ke 75 ohm .








Rabu, 14 Oktober 2020

CRT (Cathode Ray Tube)

CRT (Cathode Ray tube) adalah jenis display yang paling tua dan paling banyak dipakai oleh masyarakat. Awalnya CRT ditemukan oleh Ahli fisika Jerman Ferdinand Braun tahun 1897 sehingga dikenal sebagai “Braun Tube”. Sinar katode merupakan suatu berkas elektron yang keluar dari suatu pemanas katode (heater) yang berada di dalam tabung ruang hampa, dimana berkas elektron ini akan ditarik ke anoda disebabkan adanya beda potensial yang cukup tinggi antar katode dan anoda (tegangan ini umumnya dalam orde Kilo volt).



Tabung sinar katode (CRT) adalah suatu tabung ruang hampa yang berisi suatu senapan elektron (Electron guns) dan suatu elemen pemanas (heater), yang berfungsi untuk mempercepat dan membelokkan berkas elektron (Electron beams). Hal ini dikarenakan di dalam ruang hampa yang panas, berkas elektron mudah untuk bergerak dari katoda menuju ke anoda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagian-bagian CRT untuk televisi berwarna di di bawah ini. Konstruksi CRT (Cathode Ray tube)


Bagian-Bagian CRT (Cathode Ray tube) Berwarna : 1. Electron guns 
2. Electron beams 3. Focusing coils 4. Deflection coils 5. Anode 6. Mask 7. Phosphor layers 8. Close-up of the phosphor.
Layar mempunyai sejumlah fosofor yang akan berpendar ketika terkena tembakan elektron yang dihasilkan oleh senapan elektron. Berkas elektron ini akan dibelokkan oleh medan magnet yang dikendalikan oleh kumparan vertikal dan horisontal (kumparan defleksi yoke). Elektron yang ditembakkan dan mengenai titik pospor akan menghasilkan cahaya yang terang yang dapat terlihat pada layar. selain itu, tabung juga memiliki mask color, semacam masker untuk menempatkan titik-titik pospor sehingga berkas elektron tepat mengenai pospor tersebut. Bila dilihat secata titik-titik, terbentuk tampilan seperti gambar dibawah. Ada 3 bulatan pospor yaitu merah, biru dan hijau. Bila digambarkan berdasarkan urutan warnanya, maka terlihat seperti gambar berikut. 

Tampilan Warna Dasar CRT (Cathode Ray tube)


Sumber berkas elektron adalah senapan elektron, yang menghasilkan suatu arus elektron melalui emisi-termion, dan memusat menjadi seuah titik kecil. Senapan ditempatkan pada leher CRT atau bagaian belakang CRT. Senapan elektron mempercepat tidak hanya elektron tetapi juga ion hadir di ruang hampa yang tidak sempurna. Ion lebih berat dibanding elektron, sulit untuk dibelokkan oleh medan megnet. Untuk untuk mencegahnya, senapan elektron ini dapat diposisikan pada poros tabung sedemikian sehingga ion akan membentur sisi CRT. Magnet tetap (perangkap ion) membelokkan elektron sehingga elektron membentur layar/pospor. 

Senapan Elektron (Elektron Gun) CRT (Cathode Ray tube)

CRT menggunakan suatu tabung yang umumnya berukuran besar, berat, dan relatif mudah pecah. Kemajuan teknologi, CRT mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh LCD dan plasma. Ukuran CRT sangat bervariasi, mulai dari 6” sampai lebih dari 34”. Fisik yang besar sangat berpengaruh pada konsumsi daya

Selasa, 22 September 2020

2. ANALISA GAMBAR TELEVISI

 


              A. Raster

Raster terbentuk ketika kita menghidupkan TV yang normal, nampak kelihatan bintik bintik sinar seperti kita melihat salju (snow), terang  dan gelapnya sinar diatur oleh brightness.

B. Aspect Ratio & Elemen  Gambar

                    Aspect Ratio adalah perbandingan lebar dan tinggi bingkai gambar layar televisi.

                   Perbandingan lebar : tinggi = 4 : 3

 Untuk mendapatkan gambar yang baik, maka sinkronisasi, scanning dan penguatan dari rangkaian Defleksi Vertical ( V. Lin & V. Size & V. bias ) dan rangkaian penguat Defleksi Horizontal ( H. Lin, H. Size ) harus diatur sedemikian rupa hingga didapat bentuk gambar yang sesuai elemen gambar.

Elemen Gambar adalah kumpulan titik-titik yang terang dan gelap, yang membentuk suatu gambar dengan derajat kuat cahaya tertentu. Semakin banyak elemen gambar, kwalitas gambar makin baik.

C. SCANNING

 Scanning adalah pembentukan garis-garis  pada layar TV dengan mengatur perjalanan berkas elektron dari kiri ke kanan dan mulai dari sebelah atas layar turun ke bawah layar.

 Contoh 13 garis layar tv dibuat 2x scanning berjalan, masing masing  6 ½ garis. (pada pesawat TVRI jumlah garis ada 625 garis dibuat 2x scanning berjalin, masing masing 312 ½ garis).

Scanning kesatu disebut bingkai ( frame ke 1)dengan nomor csanning garis ganjil, Scanning kedua disebut bingkai kedua ( Fram ke 2 ) dengan nomor scanning garis genap.

Pemancar TVRI : 1 detiknya memancarkan 25 gambar , jadi 1 gambar berbentuk dalam 1/25 detik.

Standard CCIR : 1 gambar terdiri dari 625 garis.

Untuk membuat gambar kelihatan tidak berkedip kedip maka oleh penciptanya,1 gambar TV terdiri dari 625 garis tebentuk DALAM 1/25 detik dibuat menjadi 2x siar (scanning berjalin) yaitu :

a.      Scanning pertama ½ x (625 garis 1/25 detik) = 312 ½ garis dalam waktu 1/50 detik terdiri dari garis2 scanning nomor ganjil disebut bingkai ke 1(frame ke 1 )

b.       Scanning kedua  ½ x (625 garis 1/25 detik) = 312 ½ garis dalam waktu 1/50 detik   terdiri dari garis-garis scanning nomor genap disebut bingkai kedua (Frame ke-2)


Selasa, 15 September 2020

I. Fungsi tiap Blok pada Pesawat Televisi Hitam Putih


·     Antena TV menangkap sinyal sinyal RF dari pemancar TV.

·     Tuner Blok memilih gelombang pemancar yang akan diterima.

Didalam Tuner blok terdapat penguat RF, Mixer dan Osc. Penguat RF memilih pemancar yang akan diterima, kemudian diberikan ke mixer; Oscilator membangkitkan frekuensi yang tertentu besarnya untuk pembanding frekuensi yang diterima penguat RF, kemudianm diberikan ke mixer. Mixer akhirnya menghasilkan frekuensi-frekuensi baru, kemudian difilter hingga hanya 2 frekuensi baru yang keluar yaitu 38,9 Mhz dan 33,4 Mhz.

Frekuensi 38,9 Mhz merupakan frekuensi pembawa gambar (Picture), didalamnya terdapat sinyal sinkronisasi. Frekuensi 33,4 Mhz merupakan frekuensi pembawa suara (sound) .

Kedua frekuensi tersebut kemudian diteruskan ke penguat video IF .

·     Video IF ke 1,2,3 menguatkan sinyal yang diterima dari mixer kemudian    

    diteruskan ke detektor video.

·     Detektor video mendeteksi sinyal gambar dan suara kemudian diteruskan ke video driver. Siyal pembawa gambar dideteksi hingga keluar sinyal gambar , frekuensinya kurang lebih 15 Khz sampai dengan 5 Mhz , sinyal pembawa suara dideteksi hingga keluar sinyal pembawa suara baru 5,5 Mhz (FM).

·      Video driver memisahkan sinyal pembawa suara 5,5 Mhz , sinyal gambar dan sinyal sinkronisasi. Sinyal gambar diteruskan ke video output , sinyal suara diteruskan ke Sound IF Amplifier , Sinyal sinkronisasi diteruskan ke Sync-separator.

·     Video Output menguatkan sinyal sinyal gambar , terus diberikan ke katoda tabung gambar.

·     Sound IF Amplifier menguatkan sinyal sinyal suara kemudian diteuskan ke detektor FM , detektor FM mendeteksi sinyal 5,5 Mhz hingga tinggal frekuensi audio , kemudian diteruskan ke penguat Audio untuk dikuatkan , kemudian diberikan ke Loudspeaker hingga dapat terdengar.

·     Sync-separator berfungsi mengatur supaya pembentukan gambar pada layar pesawat TV , sesuai dengan yang dipancarkan pemancar TV. Sync-separator mengeluarkan 2 macam sinkronisasi bagian vertikal dan horizontal. Sinkronisasi vertikal lewat integrator diteruskan ke Osc Vertikal. Sinkronisasi horizontal lewa differensiator diteruskan ke AFC .

·     Osc Vertikal membangkitkan frekuensi 50 hz diteruskan ke bagian Vertikal driver – Vertikal output diteruskan ke defleksi vertikal. Defleksi vertikal mengatur letak berkas elektron dalam layar tabung gambar , dalam arah gerak ke atas , kebawah.

·     AFC mengoreksi frekuensi horizontal 15,625 Khz diteruskan ke Osc horizontal.

Oscilator Horizontal membangkitkan frekuensi 15,625 Khz diteruskan ke horizontal driver – horizontal output – terus diberikan ke defleksi horizontal untuk mengatur letak berkas elektron dalam  arah gerak ke kiri ke kanan didalam tabung gambar .

·     Horizontal output juga membangkitkan tegangan tinggi (10-20KV) untuk anoda tabung gambar , selain itu juga tegangan sekitar 60-200V untuk Suplai Voltase Video ampliefier dll.

·     Power Suplai untuk tegangan rendah DC diambil dari ACCU 12V / Rangkaian Stabilisator Adaptor

 

II. PEMBAHASAN TEORI SEDERHANA UNTUK PRAKTEK

1.     SISTEM PEMANCARAN DAN PENERIMAAN TELEVISI

Pemancar TV

Antena pemancar Tv memancarkan gelomabang elektromagnit , pemancaran memakai 2 sistim untuk membawa sinyal informasi gambar dan suara. Untuk membawa sinyal informasi gambar digunakan sistem pemancar AM (Amplitude Modulation), untuk membawa sinyal informasi suara digunakan sistim pemancar FM ( Frequency Modulation).

Supaya sinyal gambar teratur ketika dipancarkan maka diberikan rangkaian Singkronisasi dan peristiwa penguraian gambar / scanning. Sinyal gambar dan suara dipancarkan melalui satu antena.

Penerima TV

Antena penerima menerima pancaran gelombang Elektromagnit dari pemancar TV .

Sinyal gambar dan suara kemudian dipisahkan melalui rangkaiannya masing-masing . Sinyal Video disini diberikan rangkaian singkronisasi dan scanning untuk mengatur / menyingkronkan gerak scanning ( Pembentukan gambar ) , hingga gambar yang diterima bentuknya sama dengan yang ada dikamera pemancar .

 

Rabu, 12 Agustus 2020

5 Langkah Teknik Troubleshooting

TROUBLESHOOTING - Merupakan siklus penyelesaian masalah. Serangkaian langkah-langkah Fisik dan Logis diterapkan untuk mempercepat penyelesaian. Pemecaham masalah yang Effektif menggunakan teknik untuk mendiagnosa.


TROUBLESHOOTING - Merupakan pencarian sumber masalah secara Sistematis dan terintegrasi sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan.


1. Mengidentifikasi MASALAH

Biasanya TIP'S diterapkan ke sesuatu yang tiba-tiba berhenti bekerja, karena pelaksanaan sebelumnya tidak memenuhi harapan akan selesai. Jadi Fokus awal sering terjadi perubahan ide terbaru pada sistem atau lingkungan di mana kita berada dan bekerja. Tetapi itu perjalanan nya dan segera kembali dengan meng Identifikasi masalah yang sebenar nya.

Contoh :
Sebuah Printer yang "Bekerja ketika terpasang di sana". Namun, ada prinsip diketahui bahwa korelasi tidak berarti KAUSALITAS. (Kegagalan perangkat lama itu telah terpasang pada stopkontak yang berbeda tidak selalu berarti bahwa kejadian tersebut terkait.

Kegagalan bisa saja masalah kebetulan.) Oleh karena itu, TIP'S menuntut pemikiran KRITIS daripada MAGIS.

Teknik Mengidentifikasi yang dapat diterapkan seperti :
What (Apa) : Apa yang menjadi akibat utama dari masalah itu?
When (Kapan) : Kapan terjadi masalah itu, sewaktu-waktu atau sepanjang waktu?
Where (Dimana) : Dimana lokasi masalah itu terjadi, lokasi dalam sistem, fasilitas, atau komponen?
Why (Mengapa) : Mengapa Amda serius memperhatikan masalah ini, berkaitan dengan signifikansi dampak dari masalah itu terhadap sasaran  ?


2. Menjelajahi INFORMASI
 dan 
Timbulkan IDE

Carilah dan gali sebanyak mungkin informasi tentang masalah tersebut yang sedang dihadapi. Dengan berbagai cara seperti Membaca buku, Browsing di internet bisa juga Email atau Chat kepada orang2 yang ahli pada bidang nya.

Teknik Standar membangkitkan IDE dengan berkonsentrasi pada menggabungkan, mengadaptasi ide-ide yang ada. Hal ini tentu dapat menghasilkan hasil. Fokusnya adalah pada melengkapi dengan alat-alat yang membantu.

Contoh :
Anda melompat ke sebuah pesawat yang sama sekali berbeda. Pendekatan ini mendorong pikiran Anda untuk menempa hubungan baru, berpikir secara berbeda dan mempertimbangkan Perspektif baru.

Sebuah kata dari hati-hati

 - Sementara teknik ini sangat EFFEKTIF, Mereka hanya akan berhasil jika mereka didukung oleh  yang kaya pengetahuan dari wilayah yang sedang dikerjakan. 

Ini berarti bahwa jika Anda tidak siap dengan informasi yang memadai tentang masalah ini, Anda tidak mungkin untuk datang dengan ide besarnya bahkan dengan menggunakan teknik yang tercantum disini -


3. Pilihlah IDE TERBAIK

Salah satu PRINSIP inti pemecahan masalah adalah bahwa masalah direproduksi informasi yang dapat diandalkan untuk diselesaikannya MASALAH. Upaya sering cukup besar dan penekanan dalam mengatasi masalah, untuk menemukan sebuah prosedur untuk andal menginduksi gejala yang terjadi.
Di Elektronik 
Sering merupakan hasil dari komponen yang SENSITIF PANAS (sejak resistansi sirkuit bervariasi dengan suhu konduktor di dalamnya). udara terkompresi dapat digunakan untuk mendinginkan titik tertentu pada papan sirkuit

Di Komputer
Kondisi pemrograman yang sering menyebabkan gejala Intermiten yang sangat sulit untuk mereproduksi. Berbagai teknik dapat digunakan untuk memaksa fungsi tertentu atau modul dipanggil lebih cepat dari itu akan suatu operasi Normal (Analog dengan "Memanas" Komponen dalam sirkuit Hardware)


4. Membangun dan menguji GAGASAN

Perlu diingat bahwa tidak ada batasan untuk memilih salah satu dari cara testing ide ini.
Mungkin anda berpikir bahwa ide anda hebat, tapi apakah orang lain menganggapnya begitu? Apakah orang lain mau membayar untuk ide anda ini?

Mengisolasi kegagalan satu komponen yang menyebabkan gejala direproduksi Relatif mudah.
Namun, banyak masalah hanya terjadi sebagai akibat dari beberapa kegagalan atau kesalahan. Hal ini terutama berlaku Sistem Fault Tolerant, atau mereka dengan Built-in Redundansi. Fitur yang menambah Redundansi, Deteksi kesalahan dan Failover untuk sistem juga dapat dikenakan kegagalan, dan cukup berbeda kegagalan komponen dalam sistem apapun akan "di Ungkap"


Kumpulkan lah sebanyak mungkin informasi yang dapat membantu. Dari Gagasan dan Informasi yang pilihlah GAGASAN yang terbaik untuk pengujian atau pelaksanaan.

UJI lah Gagasan yang telah dipilih dan tetapkanlah hasil dalam sebuah laporan untuk evaluasi langkah berikutnya apabila masalah tersebut belum terselesaikan. Dan Apabila masalah tersebut selesai dapat di pergunakan sebagai bahan EVALUASI untuk menentukan langkah PREVENTIF untuk masa yang akan datang.


5. EVALUASI Hasil

Kenali tahap penilaian dan pengembangan wawasan masa depan sebagai tahap akhir dalam proses pengambilan keputusan. Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keputusan resmi. Mengevaluasi hasil dapat membantu pengambil keputusan.


Harga diri merupakan faktor penting dalam mengevaluasi hasil karena dapat menyebabkan pengambil keputusan melihat hasil keputusan mereka dengan bias yang menguntungkan. Hal ini dapat menyebabkan orang untuk menyaring atau Informasi yang mungkin menunjukkan keputusan dalam hal yang tidak menguntungkan.

Setelah keputusan telah dibuat dan diimplementasikan penting untuk menilai baik hasil keputusan dan proses dimana keputusan itu dicapai. Melakukan hal menegaskan apakah keputusan benar-benar mengarah pada hasil yang diinginkan dan juga menyediakan informasi penting yang dapat menguntungkan pengambilan keputusan di masa depan.


Belajar dari 
Pengalaman 
penting untuk 
Perbaikan 
dan 
Efektivitas